DATA KEGIATAN PELAYANAN RSUD ENDE TAHUN 2017

Jumlah Kunjungan sesuai Jenis Penyakit

Jumlah Kunjungan pasien yang ditangani di RSUD Ende baik pasien rawat inap, rawat jalan dan pasien IGD, maka jumlah 10 besar penyakit terbanyak yang ditangani adalah sebagai berikut :

Data 10 Penyakit di RSUD Ende Tahun 2017

Data 10 Patron Penyakit di RSUD Ende Tahun 2017

Dari Tabel 6 dan Grafik 2 diatas dapat digambarkan tentang 10 besar penyakit yang diderita pasien di RSUD Ende Tahun 2017 secara keseluruhan baik rawat inap, rawat jalan dan IGD, yang paling banyak diderita adalah DISPEPSIA dengan jumlah penderita sebanyak 3.916, pada tahun 2016 DISPEPSIA juga menjadi penyakit terbanyak diderita di RSUD Ende yaitu 2.817 pasien dan mengalami peningkatan sebesar 3,92%. 

Angka Kematian Pasien di RSUD Ende Tahun 2017

Tabel Angka Kematian Pasien di RSUD Ende Tahun 2017

Angka Kematian Pasien di RSUD Ende Tahun 2017

Tabel ini menunjukkan bahwa PNEUMONIA merupakan kasus terbanyak penyebab kematian dengan jumlah 45 kasus atau 20,70% dengan jumlah keseluruhan penyebab kematian sebanyak 217 pasien

Data Kunjungan Instalasi Gawat Darurat perbulan
RSUD Ende Tahun 2017

Data Kunjungan Instalasi Gawat Daurat per bulan
RSUD Ende Tahun 2017

Berdasarkan Data Tabel dan Grafik diatas menunjukkan jumlah kunjungan IGD terbanyak terjadi pada bulan Agustus yaitu sebanyak 2.024 Pasien dan jumlah kunjungan paling sedikit terjadi pada bulan Februari sebanyak 1.273 pasien.

KEGIATAN PELAYANAN

Data Kegiatan Pelayanan IGD (Instalasi Gawat Daurat)

Data Kunjungan Pasien IGD Tahun 2017


Data Kunjungan Pasien IGD Tahun 2017

Dari Tabel dan Grafik diatas digambarkan bahwa tren kunjungan pasien IGD 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2013, dan  di tahun 2017 jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar 20.028 kunjungan atau  mengalami peningkatan sebesar 20,96%.

Data Kunjungan Rawat Jalan IGD (Instalasi Gawat Darurat)

Data Kunjungan Rawat Jalan IGD Tahun 2017

Grafik Data Kunjungan Rawat Jalan IGD Tahun 2017

Dari Tabel dan Grafik diatas menunjukkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di IGD terbanyak adalah di bulan Agustus dengan jumlah kunjungan 1.275 dan jumlah kunjungan paling sedikit terjadi pada bulan Februari sebanyak 758 kunjungan
  • Data Kunjungan Rawat Inap Instalasi Gawat Darurat

Tabel Data Kunjungan Pasien Rawat Inap IGD
RSUD Ende Tahun 2017

Data Kunjungan Pasien Rawat Inap IGD RSUD Ende Tahun 2017

Dari Tabel dan Grafik diatas menunjukkan jumlah kunjungan rawat inap yang masuk melalui IGD terbanyak terjadi pada bulan Mei sebanyak 781 kunjungan dan  yang terendah terjadi pada bulan Februari sebanyak 515 kunjungan

Tabel Data 10 Patron Penyakit Terbanyak Rawat Jalan IGD
RSUD Ende Tahun 2017


Grafik Data 10 Patron Penyakit Terbanyak Rawat Jalan IGD
RSUD Ende Tahun 2017

Dari Tabel dan Grafik diatas menunjukkan data jumlah 10 patron penyakit terbanyak rawat jalan IGD adalah DIPEPSIA dengan jumlah pasien sebanyak 2.578

Data Kunjungan Berdasarkan Jenis Kasus IGD RSUD Ende Tahun 2017


Grafik Data Kunjungan Berdasarkan Jenis Kasus IGD RSUD Ende Tahun 2017

Berdasarkan Tabel dan Grafik Data Kunjungan Berdasarkan Jenis Kasus di IGD RSUD Ende yang banyak  ditangani adalah jenis kasus non bedah dengan jumlah 9.429 jenis kasus atau sebesar 46,89%. Jumlah Pasien Mati di IGD sebanyak 61 kasus atau meningkat dari tahun 2016 sebanyak 28 kasus, dan yang mati sebelum dirawat/DOA sebanyak 80 kasus dan mengalami peningkatan dari tahun 2016 yang hanya 69 kasus.

Tabel Data Kunjungan IGD Berdasarkan Jenis Kunjungan
dan Jenis Kelamin Tahun 2017


Grafik Data Kunjungan IGD Berdasarkan Jenis Kunjungan dan Jenis Kelamin Tahun 2017


Tabel dan Grafik , diatas menggambarkan jumlah kunjungan pasien IGD berdasarkan jenis kunjungan yaitu kunjungan baru dan kunjungan lama dan jenis kelamin. Tahun 2017 pasien baru berjumlah 11.004, lebih banyak dari pasien lama yang berjumlah 9.024. Jika dilihat dari jenis kelamin, kunjungan pasien IGD lebih banyak pasien perempuan yaitu 10.896 pasien, sedangkan pasien laki-laki sebanyak 9.132 pasien.

Data Kunjungan Pasien IGD
Berdasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2017


Grafik Data Kunjungan Pasien IGD
Berdasarkan Jenis Pembayaran Tahun 2017



Dari Tabel dan Grafik diatas menggambarkan jenis pembayaran kunjungan  pasien IGD tahun 2017 BPJ adalah jumlah terbanyak yaitu sebesar 9.729 karcis  dan JAMKESDA dengan karcis kunjungan paling sedikit yaitu sebanyak 3.204.

Data 10 Patron Penyakit Penyebab Kematian Terbanyak
Rawat Jalan IGD Tahun 2017

Grafik Data 10 Patron Penyakit Penyebab Kematian Terbanyak
Rawat Jalan IGD Tahun 2017


Tabel dan Grafik , menggambarkan tentang 10 besar penyebab kematian di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ende Tahun 2017. Yang menunjukkan bahwa Gejala tanda dan penemuan klinik dan  laboratorium tidak normal lainnya yang dapat terjadi adalah penyebab kematian   terbanyak yaitu sebsar 25 kunjungan yang mengalami kenaikan dari tahun  2016 sebanyak 11 kunjungan. Sedangkan  yang paling sedikit adalah DBD, Infark Cerebral, Hernia lainnya dan Penyakit  Glomerulus lainnya yang masing-masing berjumlah 1 kunjungan

Tabel Data Perbandingan Kematian Pasien IGD dan DOA Tahun 2017

Grafik Data Perbandingan Kematian
Pasien IGD dan DOA Tahun 2017


Tabel Data Kasus Terbanyak yang ditangani IGD Tahun 2017

Data Rujukan Pasien Rawat Jalan IGD RSUD Ende Tahun 2017

Data Kegiatan Pelayanan Instalasi Poliklinik RSUD Ende Tahun 2017

Tabel  
Data Kunjungan Pasien Rawat
Jalan Poliklinik Tahun 2017


Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa total kunjungan pasien poliklinik sebanyak 3.458 orang, yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 3.222 orang dengan bebrapa jenis pemeriksaan yaitu :
Jumlah Ibu Hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di poliklinik kandungan sebanyak 1.433 orang
Jumlah peserta KB yang berkunjung ke poliklinik kandungan adalah 57 orang.
Jumlah pasien kebidanan yang berkunjung ke poliklinik kandungan dengan keluhan lain-lain adalah sebanyak 1.968 orang.

Data Pasien Rawat Inap RSUD Ende Tahun 2017


Indikator Rawat Inap

Berdasarkan tabel 29 diatas menggambarkan tentang pencapaian indicator rawat inap berdasarkan ruang perawatan RSUD Ende tahun 2017 :

  1. BOR tertinggi terjadi pada Ruang Nivas III/Kemuning yaitu mencapai 107,55%, jika dibandingkan dengan tahun lalu, BOR Ruang Nivas III/Kemuning lebih rendah, dimana tahun 2016 BOR Ruang Nivas III/Kemuning mencapai 102,79. Kedua angka ini  sudah mencapai dan melebihi  standart dari DEPKES tahun 2005 yaitu 60% – 85%. BOR terendah tahun 2017 adalah  RPK/Flamboyan yaitu 28,88%
  • LOS tertinggi terjadi pada Ruang ICU  yaitu mencapai 6,72 Hari. Jika dibandingkan dengan tahun 2016 LOS ICU lebih tinggi  yaitu  6,82 hari. Angka ini ini masih berada pada kisaran angka standart DEPKES tahun 2005   yaitu 6 – 9 hari. LOS terendah terjadi pada ruang Ruang Kandungan dan Kebidanan (RKK) Nifas VIP yaitu 2.81.
  • TOI tertinggi terjadi pada Ruang Perwatan Penyakit Khusus (RPK/Flamboyan) yaitu mencapai 9,77 hari. Jika dibandingkan dengan tahun lalu Angka ini melebihi angka idealnya yaitu 1 – 3 hari. Angka ini sudah melampaui standart DEPKES tahun 2005.  TOI terendah terjadi pada Ruang Kandungan dan Kebidanan Nifas III/Kemuning  yaitu -0.21 hari.
  • BTO tertinggi terjadi pada Ruang Kandungan dan Kebidanan Nifas III/Kemuning yaitu mencapai 133,25 kali,  Ruang Kandungan dan Kebidanan Nifas III/Kemuning adalah penyumbang terbesar tingginya BTO rumah sakit secara keseluruhan, dimana BTO Rumah sakit tahun 2016 adalah 126,00 kali.  Angka ini melebihi standart DEPKES tahun 2005  yaitu  40 – 50 kali. BTO terendah ada pada RPK/Flamboyan yaitu 26,57 kali.
  • NDR tertinggi terjadi pada Ruang ICU yaitu 243,54. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, NDR ICU megalami penurunan dimana tahun 2017 mencapai 262,10. Keduaangka ini lebih tinggi dari angka standart DEPKES 2005 yaitu < 25 orang.

NDR terendah terjadi pada Ruang Kandungan dan Kebidanan Nifas VIP yaitu 0, dengan kata lain tidak ada kematian di ruangan tersebut.

  • GDR tertinggi terjadi pada Ruang ICU yaitu 494,46, Jika dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan dimana tahun 2016 mencapai 616,94 . Angka ini berada diatas standart DEPKES tahun 2005 yaitu ≤ 45 orang. GDR terendah terjadi pada Ruang Kandungan dan Kebidanan Nifas III/Kemuning yaitu 0,47 .
  • Rata-rata pasien per hari tertinggi terjadi pada Ruang Perinatal/Krisan  yaitu dalam  1 hari ada 6 pasien yang dirawat, sedangkan terendah terjadi pada Ruang Perawatan Khusus yaitu dalam 1 hari terkadang tidak ada pasien yang dirawat, dan kalaupun ada hanya  1 pasien yang dirawat.

Dari Tabel 32 dan Grafik 22, diatas dapat dilihat bahwa untuk tiap kelas perawatan :

  1. BOR tertinggi terjadi pada Ruang perawatan Kelas III yaitu mencapai 83,73%,  angka ini berada di luar standart DEPKES RI tahun 2005 yaitu berkisar 60 – 85%. Jika dibandingkan dengan tahun 2017, BOR kelas III mengalami penurunan dari 90,84% dan BOR terendah terjadi pada Ruang perawatan kelas II yaitu 19,70%.
  2. LOS tertinggi terjadi pada Ruang Kelas I yaitu mencapai 4 hari. Angka ini ini sesuai standart DEPKES RI tahun 2005 yaitu 6 – 9 hari. Sedangkan LOS terendah pada ruang Ruang perawatan Kelas II yaitu 3 hari. 
  3. TOI tertinggi terjadi pada Ruang perawatan Kelas II yaitu mencapai 12,50 hari. Angka ini melebihi standar DEPKES RI tahun 2005 dimana  TOI rumah sakit  yaitu  1 – 3 hari. TOI terendah terjadi pada Ruang Perawatan Kelas III yaitu 0,63 hari.
  4. BTO tertinggi terjadi pada Ruang perawatan Kelas III yaitu mencapai  94,41 kali, angka ini melebihi standart DEPKES RI tahun 2005 dimana  BTO rumah sakit adalah 40 – 50 kali. Sedangkan terendah terjadi pada Ruang perawatan  Kelas II yaitu 23,44 kali.
  5. NDR tertinggi terjadi pada Ruang  perawatan Kelas I yaitu 66,72 ‰, angka ini lebih tinggi dari angka ideal yaitu ≤ 25‰ orang. Sedangkan NDR terendah terjadi pada Ruang perawatan Kelas II yaitu 7,90‰. Angka ini masih berada dibawah standart DEPKES RI tahun 2005.
  6. GDR tertinggi terjadi pada Ruang perawatan Kelas I yaitu 132,68‰, angka ini berada diatas standart DEPKES RI tahun 2005 yaitu ≤ 45 orang. Sedangkan GDR terendah terjadi pada Ruang perawatan Kelas II yaitu 11,06‰.
  7. Rata-rata pasien per hari tertinggi terjadi pada Ruang Perawatan Kelas III  yaitu dalam 1 hari ada 18 pasien yang dirawat, sedangkan terendah terjadi pada Ruang perawatan Pavilun yaitu dalam 1 hari ada 1 pasien yang dirawat di Ruang paviliun.
  • Data Kegiatan Instalasi Bedah Sentral
  • Data Pasien Kasus KLB, Gizi Buruk dan Rabies
  • Data Kesehatan Ibu dan Anak

Tabel Data Bayi Kematian Bayi

Dari Tabel 45 dan Grafik 36 diatas menggambarkan jumlah kematian bayi di rumah sakit tahun 2017 adalah 70 bayi dengan angka untuk kematian PERINATAL sebanyak 52 dan kematian NEONATAL sebanyak 18 bayi

Tabel Data IUFD di RSUD Ende

  • KINERJA PERSPEKTIF KEUANGAN

K  E  S  I  M  P  U  L  A  N

Sesuai dengan tujuan penyusunan profil RSUD Ende ini yaitu memberikan informasi dan gambaran pelaksanaan program pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Kabupaten ende, khususnya RSUD Ende yang melaksanakan fusngis kuratif, rehabilitatif dan prefentif, maka berikut ini kami uraikan gambaran singkat mengenai profil RSUD Ende tahun 2017.

Program dan kegiatan RSUD Ende dilaksanakan oleh berbagai unit kerja yang terdiri dari Instalasi-instalasi yang langsung melaksanakan program pelayanan kesehatan RSUD Ende yang terdiri dari :

  1. Instalasi Gawat Daurat (IGD)

Jumlah Kunjungan IGD Tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 12% dari tahun 2016. Dispepsia merupakan jenis penyakit non bedah terbanyak (2.578) kasus di IGD.

  • Instalasi Rawat Jalan

Dari data kunjungan Rawat Jalan pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 3% dibanding tahun 2016. Peningkatan terbesar pada Poliklinik Dalam, Poliklinik Bedah, Poliklinik Kandungan. Dan untuk Poliklinik Jiwa mengalami peningkatan sejak dibuka tahun 2017 dengan tingkat kunjungan sebanyak               155 pasien.

  • Instalasi Rawat Inap
  • Pada tahun 2017 jumlah pasien masuk rawat inap mengalami penurunan   sebesar 3% dan pasien rujukan keluar rawat inap mengalami peningkatan sebesar 9%, rujukan keluar terbanyak adalah rujukan ke rumah sakit provinsi luar provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak               218 rujukan.
  • Pasien BPJS masih merupakan pasien terbanyak di rawat inap dengan prosentase  51,06% dari total kunjungan rawat inap 9.899 kunjungan jika dibandingkan dengan tahun 2016.
  • Data 10 patron penyakit rawat inap masih didominasi DISPEPSIA sebesar 25,83% dari 4.224 pasien rawat inap.
  • Penyebab kematian tertinggi rawat inap adalah PNEUMONIA sebanyak 43 kasus atau 20,57%.
  • Data pasien rawat inap berdasarkan jenis kelamin masih didominasi oleh pasien perempuan sebanyak 6.119 pasien dari 9.899 pasien rawat inap. 
  • Instalasi Bedah Sentral (IBS)

Tindakan bedah tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016 secara umum mengalami peningkatan sebesar 9% atau sebanyak 1.219.                                  Tindakan pembedahan terbanyak pada kasus (Kode ICD 9 74.1) SECTIO CAESAREA (SC) sebanyak 700 tindakan pembedahan.

  • Data Pasien Kasus KLB, Gizi Buruk dan Rabies

Kasus pasien dengan KLB, Gizi Buruk dan Rabies mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebesar 23% atau 736 kasus. Kasus tertinggi yaitu DIARE sebanyak 85,46% atau 629 kasus.

  • Persalinan, Kematian Ibu dan Kematian Bayi

Kegiatan Persalinan tahun 2017 mengalami peningkatan dari tahun 2016 yakni Persalinan sebesar 8%, kematian ibu 500%, Bayi Lahir Hidup 6,74% dan              Bayi Lahir Mati 35,29%.

  • Instalasi Farmasi

Pelayanan lembar resep pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5,03% dibanding dari tahun 2016 dari jumlah Item Obat 4.161 item.

  • Instalasi Laboratorium

Jumlah Pemeriksaan Laboratorium klinik mengalami kenaikan sebesar 3,34% dari tahun sebelumnya 2016 sebesar 186.283 item dan tahun 2017 192.509 item. Untuk Transfusi Darah (CC)  mengalami penurunan sebesar 8,46% dari jumlah tahun 2016 sebanyak 354.050 CC dan tahun 2017 sebesar 324.100 CC dengan jumlah pasien tahun 2016 sebanyak 620 pasien dan tahun 2017 sebanyak 601 pasien. Total Bag darah tahun 2016 sebanyak 1.794 Kantong dan tahun 2017 sebanyak 1.567 Kantong.

Penyusunan profil ini ada begitu banyak kekurangan yang kedepan harus diperbaiki demi kemajuan dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan rujukan di RSUD Ende, antara lain data-data pendukung dalam penyelesaian profil masih dipandang kurang dari apa yang diharapkan guna penyelesaian profil ini. Saran dan kritik yang sifatnya membangun dari segenap karyawan dan karyawati RSUD Ende sangat kami harapkan untuk lebih menyempurnakan profil ini kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *